Jaket windbreaker mulai hadir sejak era 70-an, dilihat dari bentuknya saja model jaket ini lebih serupa dengan jaket parka. Bahkan ada yang bilang bahwa jaket ini adalah sebuah bentuk inovasi dari jaket parka yang kerap dipakai oleh suku Inuit di Antartika.

Di wiliyah Inggris Raya, jaket ini sangat populer karena menawarkan perlindungan dari dingin sekaligus memberikan kehangatan meski permukaan jaket tidak tebal. Sebetulnya jaket ini dahulu kala lebih dikenal dengan nama jaket windcheater, tetapi sekarang lebih familiar sebagai jaket windbreaker.

Jaket windbreaker adalah jaket yang mampu memecah atau menahan angin dengan sangat baik. Selain menahan terpaan angin, jaket windbreaker biasanya dilapisi antiair. Hal ini yang menyebabkan jaket windbreaker berbeda dengan jaket windproof, karena jaket windproof tidak dilengkapi lapisan antiair.

Jaket windbreaker memiliki kemampuan utama untuk menahan angin, umumnya juga waterproof.
Jaket windbreaker dengan bahan parasut tidak perlu disetrika. Karena jika bahan tersebut terkena panas, lapisannya akan mengerut dan kusut. Jika terpaksa harus menyetrika, bisa melapisi jaket dengan kain tebal, jangan sampai mengenai bahan jaket secara langsung.
PILIHAN BAHAN KAIN PEMBUATAN JAKET WINDBREAKER

Biasanya jaket windbreaker terbuat dari kain sintetis sehingga memiliki sifat hidrofobik atau menolak air. Akan tetapi kain sintetis yang digunakan sifatnya tipis sehingga ringan, cepat kering, dan tidak gerah saat digunakan.

Kain utama dari jaket tersebut adalah bahan microfiber. Adapun jenis kain sintetis yang digunakan adalah jenis kain parasut,  dimana bahan tersebut terdiri dari 100% polyester. Bahan polyester juga punya fitur water repellant. Sehingga tahan air dan tidak mudah tembus ke dalam tubuh.

Umumnya jaket satu ini sering digunakan untuk kegiatan luar ruang. Seperti olahraga lari atau pergi ke gunung. Namun tidak jarang banyak orang yang memakai windbreaker saat berkendara dengan motor.

Ada beberapa pilihan bahan kain yang sering digunakan untuk membuat jaket windbreaker. Yaitu :

  1. Kain parasutJual bahan kain parasut wp waterproof - Merah - Kab. Bantul - Apik Dasteran | Tokopedia

Kain parasut adalah bahan jaket yang terbuat dari serat sintetis dari hasil pengolahan minyak bumi yang kemudian diolah menjadi serat fiber poly. Salah satu keunggulan bahan parasut yakni memiliki sifat waterproof, mudah kering dan awet walaupun bahan ini tipis.

Kain bahan parasut ini cenderung panas karena terbuat dari bahan sintetis polyester. Agar dapat meminimalisir kekurangan ini, dapat memadukan kain parasut ini dengan bahan yang lebih sejuk dan mudah menyerap keringat.

2. Kain Taslan

Ciri-ciri Bahan Taslan: Anti Air & Tahan Lama - Tokopedia BlogBahan kain taslan memiliki ciri yang hampir mirip dengan bahan parasut hanya saja lebih tebal namun tetap ringan, lembut dan kuat. Jaket yang terbuat dari bahan taslan kualitasnya setingkat lebih bagus daripada menggunakan bahan kain parasut.

Dari sisi ketebalan bahan, jenis kain taslan memiliki tingkat ketebalan lebih tebal daripada bahan parasut. Sehingga mempengaruhi berat bahan tersebut. Jenis kain taslan memiliki kemampuan tahan air atau waterproof Kain taslan terkenal dengan kain yang eksklusif, karena bahan ini terdapat bagian yang anti airnya.